BSSN mencatat adanya 1,5 miliar anomali trafik yang menargetkan jaringan di Indonesia dalam empat bulan pertama, mengindikasikan eskalasi ancaman siber massal.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan temuan mengejutkan terkait keamanan jaringan nasional. Dalam empat bulan pertama tahun 2026, sistem pemantauan BSSN merekam lebih dari 1,5 miliar anomali trafik yang masuk ke berbagai infrastruktur digital di Indonesia.
Anomali ini bervariasi mulai dari upaya brute-force, pemindaian port massal (port scanning), hingga serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Banyak dari trafik mencurigakan ini diarahkan ke sektor pemerintahan, layanan publik, dan lembaga keuangan. Meskipun sistem pertahanan yang ada berhasil memblokir sebagian besar ancaman, skala serangan yang masif ini menjadi peringatan keras bagi semua organisasi untuk terus memperbarui firewall, sistem deteksi intrusi (IDS), dan kapasitas mitigasi server mereka.
