Riset menunjukkan bahwa bisnis di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu 28 hari untuk memulihkan sistem sepenuhnya setelah terkena serangan siber.
Dampak finansial dan operasional dari insiden keamanan siber sering kali jauh melebihi perkiraan awal perusahaan. Berdasarkan riset terbaru, organisasi bisnis di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu hingga 28 hari untuk benar-benar pulih dan beroperasi normal setelah mengalami pelanggaran data atau serangan siber yang sukses.
Waktu pemulihan yang sangat lama ini mencakup proses investigasi forensik, penambalan celah keamanan, pembersihan malware di seluruh jaringan, pemulihan data dari backup (jika tersedia), hingga komunikasi krisis kepada pelanggan. Kerugian downtime selama sebulan ini bisa berakibat fatal, terutama bagi perusahaan berskala menengah (UKM). Hal ini menegaskan urgensi adopsi solusi keamanan berlapis dan implementasi Kecerdasan Buatan (AI) otonom untuk merespons insiden dalam hitungan detik, bukan hari.

